CIMAHI – Lanskap pendidikan Indonesia tengah bersiap menghadapi gelombang baru teknologi. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar jargon futuristik, melainkan kompetensi mendasar yang kini masuk ke ruang-ruang kelas.
Merespons urgensi tersebut, Telkomsel kembali menghadirkan program unggulan Corporate Social Responsibility (CSR) mereka, Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10. Resmi diluncurkan di SMK Negeri 1 Cimahi pada Selasa (21/1/2026), inisiatif ini membawa misi besar: mengubah pelajar dari sekadar pengguna pasif menjadi kreator teknologi yang etis dan solutif.
Mengubah Ancaman Menjadi Peluang
Mengusung tema "Level Up The Future with AI", program ini dirancang untuk menepis kekhawatiran bahwa AI akan menggerus kreativitas manusia. Sebaliknya, Telkomsel menempatkan AI sebagai katalisator.
"AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator kreativitas dan kapabilitas manusia. Semangat ini sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan," ujar Nugroho, Direktur Utama Telkomsel.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kecakapan teknis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral. Program ini dinilai selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 dan implementasi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS).
Kurikulum "AI Camp": Menemukan Bakat Lewat Tiga Jalur
Salah satu terobosan terbesar dalam IBFEST tahun ini adalah kurikulum AI Camp Training yang terstruktur. Tidak menyamaratakan semua siswa, program ini membagi pelatihan ke dalam tiga jalur peminatan (stream) yang relevan dengan minat generasi Z:
Jalur Creativa (Seni & Kreativitas) Ditujukan bagi siswa dengan jiwa artistik. Peserta diajak mengeksplorasi seni digital berbasis AI, meliputi komposisi musik, produksi film pendek, pembuatan poster bergerak, hingga ilustrasi naratif.
Jalur Syntech (Inovasi & Teknis) Wadah bagi siswa yang gemar coding dan logika. Di sini, siswa ditantang menciptakan aplikasi sederhana, mini-games edukatif, atau prototipe produk digital yang mampu memecahkan masalah sehari-hari.
Jalur Cyberlite (Keamanan Digital) Sangat relevan dengan isu masa kini, jalur ini fokus pada literasi keamanan siber. Peserta didorong membuat kampanye kreatif melawan hoax dan penipuan, seperti film pendek bahaya deepfake, gerakan "Saring Before Sharing", dan edukasi anti-scam.
Ekosistem Menyeluruh: Guru dan Orang Tua Turut Dilibatkan
Telkomsel menyadari bahwa literasi digital tidak akan sukses jika hanya menyasar siswa. Oleh karena itu, IBFEST Series 10 juga merangkul pilar pendukung pendidikan:
Untuk Guru: Workshop integrasi AI dalam metode pengajaran, agar pendidik tetap relevan dan adaptif.
Untuk Orang Tua: Sesi "Safe & Smart Parenting" yang memberikan panduan praktis mendampingi anak di tengah derasnya arus algoritma digital.
Peta Perjalanan Literasi Digital
Setelah pembukaan yang sukses di Cimahi, estafet edukasi IBFEST Series 10 akan berlanjut ke tiga kota strategis lainnya:
Jambi: 5 Februari 2026
Pontianak: 22 April 2026
Surakarta: 30 April 2026
Hingga saat ini, inisiatif Internet BAIK telah memberikan dampak nyata dengan menjangkau lebih dari 41.069 pelajar di 1.484 sekolah, serta melahirkan lebih dari 1.600 "Agents of Change" yang siap menjadi garda terdepan literasi digital di komunitas mereka.