Langkah nyata dalam mendukung percepatan digitalisasi nasional kembali ditunjukkan oleh Telkomsel melalui gelaran Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 yang berlangsung di SMK Negeri 2 Jambi. Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi ekosistem pendidikan di Jambi, di mana para pelajar SMA dan SMK diberikan panggung untuk mendalami teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Fokus utama dari inisiatif tahunan ini adalah menanamkan karakter digital yang kuat dengan berlandaskan prinsip Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif, atau yang dikenal dengan akronim BAIK.
Pemilihan Jambi sebagai lokasi kedua setelah Cimahi bukan tanpa alasan, mengingat besarnya potensi talenta muda di wilayah ini yang mulai akrab dengan teknologi masa depan. Rangkaian acara yang dihadirkan tidak sekadar bersifat teoretis, melainkan sangat interaktif melalui berbagai zona pembelajaran. Salah satunya adalah Arena Creativa yang membebaskan siswa untuk berekspresi menghasilkan karya seni seperti musik dan ilustrasi digital menggunakan AI. Selain itu, terdapat pula fokus pada pengembangan solusi teknis di Arena Syntech serta penguatan benteng keamanan siber di Arena Cyberlite yang sangat relevan dengan isu masa kini seperti bahaya deepfake dan penipuan daring.
Manager Mobile Consumer Branch Telkomsel Jambi, Erliendra Ramadhan, menekankan bahwa edukasi ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya berhenti sebagai pengguna pasif, tetapi mampu berevolusi menjadi pencipta yang produktif. Melalui visi Telkomsel Jaga Cita, perusahaan telekomunikasi ini berkomitmen menciptakan lingkungan digital yang inklusif. Hal ini juga didukung dengan pelibatan aktif guru dan orang tua melalui lokakarya khusus yang membahas pola pengasuhan pintar di era digital serta metode pengajaran berbasis teknologi, sehingga tercipta ekosistem pendukung yang harmonis bagi tumbuh kembang anak di ruang siber.
Dampak yang dihasilkan selama satu dekade penyelenggaraan program Internet BAIK pun terbilang sangat signifikan. Dengan jangkauan yang telah menyentuh puluhan ribu pelajar dan ribuan sekolah di ratusan kota, program ini telah sukses melahirkan ribuan agen perubahan yang siap menyebarkan konten kreatif positif. Upaya ini pun berjalan selaras dengan agenda pemerintah melalui sosialisasi PP Tunas untuk memastikan perlindungan anak di dunia digital tetap terjaga. Setelah Jambi, semangat literasi ini dijadwalkan akan terus bergerak menuju Pontianak dan berakhir di Surakarta sebagai penutup rangkaian festival di tahun 2026.