Internet BAIK

Telkomsel Bedah Potensi AI untuk Pelajar: Internet BAIK Festival Series 10 Resmi Dimulai di Cimahi

CIMAHI – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan keterampilan wajib bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Telkomsel secara resmi membuka gelaran Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 di SMK Negeri 1 Cimahi, pada Rabu (21/1/2026).

Mengusung tema besar “Level Up The Future with AI”, program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Telkomsel ini kembali hadir dengan misi spesifik: membekali pelajar SMA/SMK dengan kemampuan teknis dan etika dalam memanfaatkan AI. Peluncuran ini sekaligus menandai satu dekade konsistensi Telkomsel dalam mengampanyekan prinsip digital yang BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif).

Image

AI Sebagai Akselerator Kreativitas

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam peluncurannya menegaskan bahwa penguasaan AI adalah kunci bagi pelajar untuk tetap relevan di era digital. Ia menepis anggapan bahwa AI adalah ancaman bagi manusia.

"Di IBFEST Series 10, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa AI adalah alat solutif, bukan sekadar tren. AI adalah akselerator yang dapat melipatgandakan kreativitas dan kapabilitas manusia," ujar Nugroho.

Semangat ini selaras dengan inisiatif payung 'Telkomsel Jaga Cita' yang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif. Nugroho juga menyebutkan bahwa komitmen ini didukung oleh berbagai solusi digital edukatif lainnya seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, hingga by.U.

Tiga Jalur Pelatihan Menarik di AI Camp

Salah satu daya tarik utama IBFEST tahun ini adalah pembagian kurikulum AI Camp Training ke dalam tiga jalur peminatan yang dirancang sesuai bakat siswa:

Jalur Creativa: Memfasilitasi siswa yang berminat pada seni digital. Peserta diajarkan memanfaatkan AI untuk menciptakan musik, ilustrasi, hingga konten kreatif lainnya.

Jalur Syntech: Fokus pada pengembangan solusi teknis. Siswa ditantang membuat aplikasi sederhana dan mini-games yang edukatif.

Jalur Cyberlite: Menitikberatkan pada keamanan siber. Di tengah maraknya kejahatan digital, peserta diajak membuat kampanye melawan deepfake dan penipuan daring (online scam).

Tidak hanya menyasar siswa, IBFEST juga menggelar workshop untuk guru mengenai integrasi AI dalam kurikulum ajar, serta panduan bagi orang tua tentang pengasuhan anak di era algoritma canggih.

Dukungan Pemerintah dan Regulasi Perlindungan Anak

Penyelenggaraan IBFEST Series 10 mendapat apresiasi langsung dari Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS).

"Pemerintah berharap pelajar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga bertanggung jawab. Ini langkah krusial mencetak inovator yang berdampak positif bagi bangsa," tegas Meutya.

Source: telko.id
Share: