CIMAHI, 21 Januari 2026 – Memasuki tahun kesepuluh pelaksanaannya, program tanggung jawab sosial unggulan Telkomsel, Internet BAIK Festival (IBFEST), kembali hadir dengan wajah baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman. Resmi diluncurkan di SMK Negeri 1 Cimahi, Jawa Barat, Selasa (21/1/2026), IBFEST Series 10 mengusung tema futuristik: "Level Up The Future with AI".
Langkah ini menandai evolusi penting dalam literasi digital di Indonesia. Jika satu dekade lalu fokus utamanya adalah konektivitas, kini Telkomsel mengajak ribuan pelajar untuk tidak sekadar menjadi pengguna, melainkan penguasa teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) yang produktif.
Mengubah Paradigma: Dari Konsumen Jadi Inovator
Konsistensi yang dibangun sejak 2016 ini memiliki satu tujuan besar: menanamkan prinsip BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif) dalam setiap aktivitas digital generasi muda.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menekankan pentingnya mengubah pola pikir pelajar terhadap teknologi baru.
"AI seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman yang menakutkan, melainkan sebagai pendorong kreativitas. Melalui program ini, kami ingin memastikan teknologi menjadi alat solutif yang mempermudah kehidupan, bukan sebaliknya," ujar Nugroho.
Visi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, yang turut menyambut positif inisiatif ini, menyebutkan bahwa transformasi pelajar menjadi inovator bijak adalah kunci utama dalam mencetak SDM unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Tiga Pilar "AI Camp Training"
Kekuatan utama IBFEST Series 10 terletak pada kurikulum pelatihannya yang tersegmentasi. Melalui sesi AI Camp Training, para peserta didik tidak disuguhi materi umum, melainkan diajak menyelami spesialisasi sesuai minat mereka melalui tiga jalur utama:
Jalur Syntech (Technology & Solution): Fokus bagi siswa yang tertarik mengembangkan solusi teknis. Di sini, AI digunakan untuk menciptakan purwarupa atau program yang mampu memecahkan masalah riil di masyarakat.
Jalur Creativa (Digital Art): Ditujukan bagi talenta kreatif. Siswa belajar bagaimana AI dapat menjadi "kuas digital" baru untuk menghasilkan karya seni visual maupun audio yang orisinal.
Jalur Cyberlite (Cyber Security): Jalur krusial di era disrupsi informasi. Siswa dibekali kemampuan mendeteksi ancaman siber, termasuk cara mengenali dan menangkal bahaya deepfake yang kian marak.
Pendekatan Ekosistem: Guru dan Orang Tua Tak Luput Diedukasi
Satu hal yang membedakan IBFEST tahun ini adalah pendekatannya yang holistik. Telkomsel menyadari bahwa melindungi anak di dunia maya tidak bisa dilakukan sendirian oleh anak itu sendiri.
Oleh karena itu, program ini juga menyasar para guru dengan materi integrasi AI dalam metode pengajaran di kelas, serta orang tua melalui panduan pola asuh digital (digital parenting). Sinergi antara sekolah dan rumah ini diharapkan menciptakan jaring pengaman yang kuat bagi anak-anak saat berselancar di dunia maya.