Internet BAIK

Ancaman DeepSeek: Perang Teknologi AI antara China dan Amerika Serikat

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) buatan China, DeepSeek, kini menjadi ancaman serius bagi dominasi teknologi Amerika Serikat (AS). Revolusi AI yang dipimpin oleh China dengan DeepSeek telah memicu keresahan di kalangan investor teknologi AS yang merasa perlu adanya intervensi dari pemerintah AS, yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump, untuk mengatasi tantangan dari pesaing mereka di China.

Sejak kemunculannya, DeepSeek, teknologi AI asal China, telah mengubah peta persaingan teknologi global. Saham Nvidia, salah satu perusahaan teknologi terbesar AS, langsung mengalami penurunan signifikan hingga ratusan miliar dolar AS, mencerminkan dampak besar dari teknologi AI China ini.

Image

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dalam podcast bersama Joe Rogan, menyebutkan bahwa persaingan teknologi ini bukan hanya soal inovasi, tetapi juga soal geopolitik. Ia mengingatkan bahwa China telah memanfaatkan teknologi AI dengan sangat agresif, bahkan dengan model AI yang sudah maju, seperti DeepSeek, yang juga dikenal karena kontroversi penyensoran, termasuk peristiwa sejarah sensitif seperti Lapangan Tiananmen.

Sementara itu, Google juga memberikan peringatan bahwa meskipun AS memimpin dalam perlombaan AI, keunggulannya kini terancam. Dalam pernyataannya, Google menekankan pentingnya langkah-langkah segera untuk mempertahankan posisi dominan AS dalam teknologi AI, termasuk investasi dalam produksi chip AI, perbaikan regulasi, dan penguatan keamanan siber.

DeepSeek yang menawarkan solusi AI biaya rendah, semakin mengancam para pemimpin teknologi AI berbasis di AS, seperti OpenAI dan Anthropic. Kedua perusahaan tersebut telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan model AI terkemuka, namun kini mereka harus menghadapi pesaing kuat dari China. OpenAI, misalnya, memperingatkan soal usaha perusahaan-perusahaan China yang mencoba meniru model AI mereka melalui teknik penyulingan, bahkan mengungkapkan rencana untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah AS.

Banyak pihak yang mengkritik penggunaan teknologi AS oleh China untuk memperkuat AI-nya. Investor OpenAI, Josh Kushner, menilai bahwa teknologi China, meskipun berakar dari inovasi AS, telah disalahgunakan untuk menghasilkan AI yang semakin berkembang.

Di tengah upaya pemerintah AS untuk mengendalikan ekspor chip canggih, DeepSeek telah berhasil menciptakan hasil yang setara menggunakan semikonduktor Nvidia yang lebih murah dan sah. Keberhasilan DeepSeek dalam menciptakan aplikasi yang populer telah mengundang perhatian global, dengan aplikasi DeepSeek menduduki puncak unduhan Apple dan menarik minat perusahaan-perusahaan AS yang kini mengintegrasikan API mereka ke dalam layanan mereka.

Berdasarkan analisis dari berbagai sumber data, DeepSeek diperkirakan memiliki sekitar 5 hingga 6 juta pengguna aktif di seluruh dunia pada Januari 2025, dengan 2,6 juta unduhan aplikasi dan lebih dari 7 juta pencarian Google harian. Pencapaian ini menunjukkan bahwa DeepSeek tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga berada pada jalur yang jelas untuk berkembang pesat di pasar global.

Sementara itu, perdebatan tentang masa depan teknologi AI semakin memanas di kalangan politisi AS. Senator Chuck Schumer, salah satu tokoh terkemuka di Senat AS, mengingatkan bahwa jika Amerika tertinggal dalam hal AI, dampaknya akan sangat besar, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam bidang militer, ilmiah, dan pendidikan. Schumer menegaskan bahwa meskipun inovasi DeepSeek mengejutkan, China tidak boleh menang dalam tujuan akhir pengembangan kecerdasan umum buatan (AGI) yang dapat mengubah paradigma dunia teknologi.

Dengan demikian, persaingan antara AS dan China dalam bidang kecerdasan buatan tidak hanya sekedar soal inovasi teknologi, tetapi juga soal pengaruh global di masa depan. Amerika Serikat kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan posisinya di puncak dunia teknologi, atau risiko tertinggal selamanya.

Internet BAIK

Berita Terbaru

Artikel - Internet BAIK | Telkomsel

Internet BAIK

Program Partners

Jaga Cita
by.U
Ilmu Pedia
Skul.id
KUNCIE
Science Hunter Indonesia